01 February 2015

Seseorang yang menyakitimu tidak dapat memperbaikimu

Hari Minggu lagi, huft. Bosan rasanya seperti ini. Kenapa?
Soalnya besok hari Senin, balik ke rutinitas untuk kerja, ngeliatin jalanan yang macet, harus kerja ini itu. Capeknya, Stressnya, tapi kesempatan untuk balik ketemu sama temen-temen seperrjuangan yang sama gilanya. Hahahaha..


Kali ini sih mau coba membahas pola pikirku saja tentang dunia percintaan (Best Topic Ever lah pastinya kalo ini).

“Mengapa orang yang menyakiti kamu tidak bisa menjadi orang yang memperbaiki Kamu?”

Coba deh renungin statment di atas. Ngak ada hal lain di hidup yang membuat kamu lebih kuat dalam bertumbuh selain patah hati. Saya beberapa kali merasakan hal tersebut. Dan saya rasa itu lebih dari cukup.

Jatuh cinta dengan seseorang tidak hanya jatuh cinta dengan orang yang luar biasa, orang yang kamu temukan untuk menjadi salah satu dari orang-orang terbaik di dunia. Ini karena kamu telah memilih mereka untuk kamu sayangi, bukan malah memilih orang lain.

Kadang-kadang orang yang kita cintai membuat kita tetap menjadi diri sendiri. Tetapi ketika cinta tidak membuatmu menjadi orang yang lebih baik, apa yang anda berdua lakukan hanya akan dapat terjawab oleh ujian waktu.

Namun masih ada yang lebih daripada itu semua. Jatuh cinta dengan seseorang yang kamu yakini sebagai masa depanmu dan sebagai pilihan terbaik. Tetapi kenyataan yang paling sering ditemui adalah ketika semua itu tidak seperti yang diharapkan maka hal itu adalah sesuatu yang paling menyakitkan.

Ketika kamu kehilangan cinta di dalam hidupmu, pastinya kamu merasa kehilangan bagian yang terpenting di dalam hidupmu. Kamu kehilangan bagian dari dirimu yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik. Tidak ada lagi orang yang mendukung dan dapat berbagi. Jadi ketika hatimu hancur, perasaan dan juga pikiranmu merasakan hal sama.

Ketika orang memiliki perbedaan dalam mencintai, begitu pula perbedaan dalam patah hati. Orang yang mudah mencitai tidak akan mengalami patah hati yang sangat dalam. Berbeda dengan seseorang yang sunguh-sungguh mencintai, cinta yang akhirnya kandas akan menghancurkan kehidupannya untuk seketika.  

Patah hati yang sedang saya bicarakan hanya terjadi seumur hidup. Kenapa saya bisa berkata seperti itu?
Karena setelah kita mengalami patah hati, kita tidak akan lagi pernah sama. Kita menjadi orang yang berbeda. Bekas luka dan saraf yang pastinya merusak diri kita perlahan-lahan. Kita mulai melihat kehidupan dan cinta melalui warna yang berbeda dari kaca.


Kita mungkin saja tidak akan merasakan patah hati dengan cara yang sama berulang-ulang. Tetapi hal tersebut membuat kita menjadi rentan setelah pertama kali merasakan patah hati.

Ketika kamu benar-benar memberikan hatimu kepada seseorang (tubuh dan jiwa) lalu hubungan tersebut ternyata tidak berhasil, maka kamu telah kehilangan hati itu. Tidak masalah jika hal-hal yang tidak berhasil itu datang dari pasangan atau dari kamu sendiri. Ia bahkan tidak perduli jika tidak ada yang bisa disalahkan.

Jika kamu sebelumnya yakin untuk menghabiskan hidup bersama-sama dengannya maka kamu harus menghadapi kenyataan bahwa masa depan yang telah kamu rencanakan telah direnggut atau diambil paksa, memang pasti akan sangat menyakitkan.

Sedih untuk mengatakan hal ini, semua itu bukanlah rasa sakit yang dapat hilang dengan cepat. Butuh waktu lama untuk dapat menyembuhkan semua itu. Dan yang lebih penting lagi, mengumpulkan hatimu yang sebelumnya telah terpotong dan menjadi bagian-bagian yang utuh lagi bukanlah hal mudah. Pertanyaannya adalah “Siapa yang akan membantumu melakukannya?”

Jawabannya sangat sederhana. Hanya satu dari tiga orang di dunia yang dapat memperbaiki dirimu ketika kamu sedang berhadapan dengan situasi akibat patah hati. Entah orang baru yang belum membuat kamu patah hati, orang yang membuat kamu patah hati, atau kamu yang sedang patah hati.

Masing-masing dari ketiga pilihan memiliki manfaat tetapi juga pengorbanan.
Kebanyakan orang sangat percaya bahwa menemukan cinta baru untuk menggantikan cinta yang lama adalah cara terbaik untuk move on. Dan biasanya hal tersebut akan bekerja.

Jika kamu jatuh cinta dengan seseorang yang baru, rasa sakit dari cinta lama akan hilang (setikdaknya untuk saat ini). Masalah yang jelas akan dihadapi adalah menemukan seseorang yang baru untuk dicintai hanya bekerja selama cinta tersebut masih hidup.

Seperti terbuka lagi jalan setelah kamu menutupnya. Cinta baru akan mengalahkan cinta lama seperti patah hati baru akan mengalahkan patah hati tua.

Kemudian kita memiliki pilihan kedua yaitu kembal bersama-sama dengan orang yang menyakiti kamu. Saya seperti memberikan peringatan disini :

“Meskipun ada kemungkinan cinta lama bisa memperbaikimu, mengobati sakit hati dan membuat kamu lebih bahagia daripada yang pernah kamu bayangkan sampai 100 persen tetapi semua hal itu sangat tidak mungkin.”

Orang yang menyakiti kamu tidak pernah menjadi orang yang akan memperbaikimu. Jika alasannya adalah waktu yang buruk atau kurangnya kedewasaan, kamu masih bisa mengingat semua hal itu ketika kalian berdua masih bersama-sama.

Setelah hubungan gagal, hampir selalu gagal setiap kali berturut-turut. Bila kamu membuat seseorang patah hati, kamu akan kehilangan kepercayaan dari orang itu.

Jika kamu tidak percaya bahwa kepercayaan adalah bagian penting dari suatu hubungan melebihi apapun maka kamu tidak tahu apapun tentang suatu hubungan. Apakah ada kepercayaan dapat bertumbuh kembali? Mungkin saja untuk beberapa situasi, aku yakin akan hal itu.

Tergantung pada keadaan. Kamu mungkin bisa melewati semua janji, semua kenangan yang menyakitkan, semua emosi tidak menyenangkan yang muncul. Namun dalam kasus lain dan kebanyakan bahkan, kepercayaan itu hilang untuk selamanya.

Mungkin dirimu sendiri (seseorang yang sedang patah hati) bisa menjadi orang yang memperbaiknya. Memang terdengar bodoh. Bagaimana aku bisa mendukung diriku sendiri? Tetapi tidak ada yang mustahil. Tetapi ini akan menjadi keputusan yang terbaik.

Kadang-kadang kamu harus menerima bahwa dia tidak lagi berada di pelukan kamu, biarkan dia pergi bersama kenangan manis yang pernah ada.

Memang tidak mudah untul melanjutkan hidup dan kadang-kadang hal itu tampaknya tidak mungkin. Tetapi kamu harus percaya bahwa nantinya akan menemukan orang lain yang dapat mencintai dan dicintai di waktu yang tepat.

Terus mencari, percaya dan bersabar maka nantinya kamu akan menemukan orang itu suatu hari nanti. Sampai hari itu tiba, fokus untuk memperbaiki diri.

Ketika kamu menunggu untuk diperbaiki maka secara bertahap kamu akan menjadi lebih dan lebih rusak. Kamu mungkin dapat menemukan seseorang untuk membantumu mencari potongan hidupmu bersama-sama. Tetapi hanya ada satu orang di dunia yang dijamin untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan benar. Hanya KAMU yang dapat memperbaiki dirimu sendiri. Menemukan kekasih lain memang dapat membantu, tetapi bukan itu yang kamu perlukan.

Menunggu untuk menemukan seseorang yang baru untuk mencintai atau menunggu untuk kembali dengan seseorang merusak hatimu aadalah keputusan yang bodoh.

Mungkin kamu akan bertemu orang yang membuat hidupmu menjadi lebih bahagia atau lebih menyedihkan dari yang pernah kamu alami. Kamu tidak bisa menunggu orang lain untuk memotivasi dirimu untuk terus menjalani kehidupan.

Ingat, salah satu alasan kita mampu mencintai orang lain sebanyak diri kita adalah bagaima dia membuat kita merasa untuk terus bertumbuh dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Orang lain tidak pernah benar-benar memperbaikimu.

Mereka hanya membantumu memperbaiki diri sendiri. Jadilah cerdas dan perbaiki diri sendiri sebelum kamu jatuh cinta lagi. Semakin baik dirimu menjadi baik maka semakin besar kemungkinan bahwa kamu akan menemukan kebahagiaanmu selamanya. 

 

32 comments:

  1. keren tulisannya xD
    merinding
    ijin besok kalo ada tugas jadi motivator pake ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih. :P
      Sayangnya ini kan bukan buat jadi motivator. Cuma sekedar share pemikiran aja sih.

      Delete
  2. duh trenyes kk bacanya ^^
    Salam BW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Jangan sampai gimana-gimana donk bacanya.
      Makasi ya sudah brkunjung. :)

      Delete
  3. Replies
    1. Just ask to yourself. :)
      I never know how broke I am..

      Delete
  4. wah kata-katanya :)
    Sugoooiiii nee :D

    ReplyDelete
  5. Setuju...
    Bagian terpenting dari hubungan bukan banyaknya loncatan atau perpindahan dari satu hati ke hati yang baru. Tetapi sejauh mana kita akan menetap di hati yang baru dan membuat mereka menetap bersama kita.

    Seringkali kita malah lupa untuk menata diri dan hati kita. Seringkali yang kita anggap sebagai bagian terpenting adalah saat hati kita akan kembali berbunga dengan cinta yang baru. Dengan begitu kita hanya akan seperti kapal yang berlabuh dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya mencari kesempurnaan tanpa ingat untuk memperbaiki kapal yang telah kita gunakan (hati kita) selama ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya kita memberikan waktu untuk melakukan instropeksi diri dan mencari kedamaian dengan diri sendiri, lalu memulai untuk menemukan kembali kehidupan percintaan yang baru.
      Kebahagiaan akan selalu menyertainya. :)

      Delete
  6. Nyentuh gan tulisan nya >.<
    motivasi bgt biar awet sama pasangan kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tulisannya dapat bermanfaat ya.
      Kalo motivasi sih nga juga, cuma mengingatkan aja supaya semua hal bisa berjalan dengan baik. :)

      Delete
  7. Ya bener sudah kewajiban buaya kita saling melengkapi, ketika pasangan mengalami kesusahan atau kekurangannya bukannya kita hindari atau malah mengalihkan cinta kita kepada yang lain.

    Dalam hal ini, cinta itu butuh pengabdian, dan pengabdian akan sah bila sudah menjadi suami istri, karena keduanya memiliki tanggungjawab dalam keluarga.

    Semoga dengan renungan di atas, kita bisa lebih bijak dalam menjalani hubungan, karena cinta bukan permainan, dan bukan kesenangan semata.

    Salam kenal juga dari seorang Motivator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih Mas Adam untuk berkunjung ke blog saya. :)
      Sangat senang ketika seorang motivator seperti anda mau berkunjung ke tulisan sederhana milik saya.

      Memang harus ada komitmen dan kepercayaan dari masing-masing insan untuk bisa menjadi satu kesatuan nantinya.

      Kehidupan memberikan terlalu banyak pilihan dan bagaimana kita dapat menanggapi semuanya dengan baik.

      Delete
  8. Keren gan artikelnya.. sangat bermanfaat :) thanx ya..
    by : Ziwipedia

    ReplyDelete
  9. bagus gan artikelnya , tapi gak selamanya Seseorang yang menyakitimu tidak dapat memperbaikimu , terkadang ang menyakiti tau mengapa dia harus menyakiti :D

    ReplyDelete
  10. merinding bacanya, apalagi kejadian hampir mirip di kehidupan saya.mencintai terlalu dalam itu sungguh menyakitkan di saat kita tahu orang yang menyakiti itu benar" menyakiti dengan cara selingkuh tak ada rasa untuk bisa membenci meskipun sebenarnya sakit ..sakitnya tuh disini ...gk bisa ilang..

    ReplyDelete
  11. seperti biasanya, kata-katanya puitis dan menyentuh banget gan. ane demen cara ente menyampaikan tulisanya.

    ReplyDelete
  12. ini yg merasa sakit hati..nie..
    hm..

    ReplyDelete
  13. pesan yang bisa saya ambil "Pantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik".
    tulisannya bagus mbak, bacaan yang pas buat para jomblo kronis yang kurang pengalaman. haha :D

    Salam Blogwalking,
    Rezky Prayogiatmo

    ReplyDelete
  14. Right so
    Anything, left or kept
    is worth moving on. :)

    ReplyDelete

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Blog Saya ^^,

Dilarang meninggalkan Link Atif atau Hidup ya.